Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Biar ada angin masuk, Yang. Mungkin bakal bantu biar nggak kepanasan.”
Tapi, alih-alih merasa dingin, tubuh Dara justru semakin panas. Sebuah panas yang aneh, dalam, dan menggerogoti. Bukan panas dari suhu ruangan, tapi seperti api yang menyala dari dalam darahnya sendiri. Pikirannya mulai berkabut lebih parah, penglihatan sedikit buram.
“Panas ... Mas ... Aku panas banget,” keluhnya, tangan dengan gerakan tidak terkendali mulai membuka kancing kemeja tidurnya, mencari sedikit kesejukan pada kulitnya yang terbakar.
Hot Chapters