Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Bos

Mengandung Bayi Bos

Hari masih gelap, tetapi banyak orang yang sudah mengerumuni area tempat berwudu. Selesai berwudu dan menjadi makmum dalam salat, aku sempatkan berdoa untuk kesembuhan Mama dan Pak Adit. Karena posisi musala di luar, hembusan angin terasa menyeruak ke tempat banyak orang yang sedang berpangku tangan memanjatkan doa.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS

SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS

Angin petang bertiup lembap, menyapu dedaunan yang gugur di pinggir jalan. Aksara menggenggam kemudi erat, menahan cemas. Di sebelahnya, Dewi tampak pucat, sesekali bibirnya bergetar melafalkan doa. Aksara tak mengurangi kecepatan, tapi tetap hati-hati. Sesekali ia melirik Dewi yang duduk diam, menatap keluar jendela dengan mata sembab. “Sayang,” panggil Aksara lembut. “Kalau kamu lelah, sandarin kepala ke bahu aku, ya.”
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

jelas Dion. "Ya, aku pernah mendengar angin malam tak baik untuk kesehatan dan menyebabkan paru- paru basah kan?" tanya Aruna sambil membereskan barang bawaan mereka. "Paru-paru basah dalam dunia medis bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit tertentu! Itu hanya mitos saja," sahut Dion. "Sudah?" tanya nya lagi.
1049.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Terkuat

Reinkarnasi Dewa Terkuat

Duduk santai di punggung elang seperti sedang bersantai di beranda rumah, dengan bantuan dua kekuatan besar: angin dan Qi sejati. Gila.
9.8237.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai do'a angin duduk
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang yang memiliki bakat besar, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit. Selain itu, 3 Dewa Kuno dari Alam Atas juga menjadi Gurunya.
Baca Semua Ulasan
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

"Orang kedua mengalami angin dahak menutup orifis. Terapinya meredakan angin, membersihkan dahak, membuka orifis. Pakai obat pereda bengkak dengan penyesuaian seperlunya." "Orang ketiga mengalami masuk angin akibat hawa panas dan lembap musim panas. Terapinya adalah membersihkan hawa panas, mengusir hawa lembap. Ramuan yang digunakan adalah minuman daun perilla dan rumput harum, dengan penyesuaian seperlunya."
9.8510.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.4K kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Ratna menarik napas panjang. “Baik, Kiai. Saya siap.” Bilik itu sempit, cukup untuk duduk bersila. Hanya ada dupa yang membakar perlahan, membuat aroma hangat bercampur getir di udara. Ratna duduk di tengah, meletakkan gelang pusaka di telapak tangannya, lalu memejamkan mata. “Laa ilaaha illallaah... Laa ilaaha illallaah...”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Sore itu, angin berembus perlahan, membawa kesejukan di teras depan rumah yang megah. Sesuai dengan saran dokter untuk lebih banyak menghirup udara segar, Tatiana duduk santai di kursi malas yang nyaman. Salah satu tangannya bergerak telaten, mengelus permukaan perutnya yang terasa tenang dan lembut.
798 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Dewi Ambigu

Dewi Ambigu

Tidak beberapa lama seperti terdengar pohon yang tumbang di terjang angin itu. "Duduk dekat nenek dan mari kita berdoa. Semoga tidak ada apa-apa!" perintah Lestari.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Hendi mengajukan pertanyaan yang menurutnya bodoh. “Tidakkah kau lihat kalau angin pun memusuhiku di sini?” Anggita berkata, “Suruh anginnya pergi. Dia akan menurut kalau kamu yang bicara.” Tidak sekali pun Anggita berkedip atau mengalihkan pandangannya dari angin yang menggelung-gelung debu-debu pasir.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai do'a angin duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status