Altair dan Sepasang Matahari
Jiwanya terbang mengembara dan menyentuh impian lamanya.
Ruangan itu persis seperti planetorium dengan bintang-bintang yang bertaburan di langit-langitnya yang gelap. Dengan langkah pelan ia mengamati apa saja yang terpampang di dinding ruangan itu mulai dari lukisan planet Saturnus dengan enam cincin besarnya yang memukau, komet, hujan meteor, hingga... sebuah lukisan matahari yang dua kali ukurannya dari lukisan-lukisan lainnya dan terbingkai kuning keemasan. Lama ia berhenti di sana dan menatapnya. Subhanalloh, bibirnya mengucapkan keterkaguman yang luar biasa. Lukisan itu begitu hidup. Detil-detilnya begitu jelas. Prominensa, spikula, fakula, dan loop gasnya begitu menawan. Ia terkesima.
Chapitres populaires