PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN
Seraphine tidak melihat label harga; ia melihat tekstur, ia merasakan serat kayu, ia memperhatikan bagaimana pencahayaan jatuh di atas permukaan marmer.
“Sam, sofa yang ini,” ujar Seraphine sambil menunjuk sebuah sofa modular berwarna abu-abu. “Materialnya bouclé. Cocok buat nonton atau santai di ruang tengah. Gak kontras juga sama lantai marmer lo.”
Samudera hanya mengangguk. Ia terpana bukan pada sofanya, tapi pada cara Seraphine menjelaskan fungsinya.
“Terus meja makannya,” Seraphine berpindah ke area lain, menimang dua pilihan. “Dua-duanya pakai travertine asli. Tapi satunya lonjong, satunya persegi panjang. Lo cocok yang mana?”
Chapitres populaires