Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Dua gadis yang tidak pernah menghormati Ibu sama sekali.
Aku pun ingin hidup normal seperti yang lainnya. Melakukan segala aktivitas pribadi dan menjalani kehidupan dengan damai. Aku capek, aku lelah aku tidak ingin lagi berada di posisi ini.
"Ibu cuma mau pamit saja, Nak. Dada Ibu rasanya sesak banget, dari ujung kaki Ibu sampai pinggang Ibu udah gak bisa lagi digerakin, Nak. Maaf jika selama ini Ibu, Rania dan Diana jadi beban buat kamu. Dari atas sana Ibu bakal doain kamu terus," ucapnya seraya tersenyum mengelus pipiku.