Share

Bab 94

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-08-01 09:52:38

94

Suasana di ruang tamu kantor polisi, terlihat ramai orang yang sebagian besar adalah keluarga dari anggota triad. Berbagai omelan terdengar dari seantero ruangan, sebelum satu per satu preman itu dibebaskan polisi, dengan uang jaminan dari keluarga masing-masing.

Sebab mereka hanyalah preman level bawah, tidak ada tekanan dari tim pengacara pihak PBK, dan boleh dibebaskan. Namun, tidak dengan semua pemimpin dari lima kelompok triad kelas rendah itu.

Seluruh kuasa hukum pihak gangster sudah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 95

    95 *Tim Aliansi*Liu Bin : Bang Adit melotot, mukanya menyeramkan. Syandana : Aura pembunuhnya keluar maksimal. Tang Jason : Keren! @Aditya. Risnindar : Ini baru Abang Ajudan Selembe. Bian Jeremy : Sampai sekarang aku nggak paham, arti selembe itu apa.Syafid : Wajah datar. Cheung Jianzhen Rui : Lempeng. Risbandi : Cool abis. Zheung Yuze : Aku suka waktu lihat Bang Adit mengamuk dan membantai Ruan Haakon. Zalman : Dari semua perang yang kuikuti, yang kemaren itu, paling rapi dan clean. Zhiao Fillbert : Betul. Mereka sudah kocar-kacir dari baru datang. Gumilang : Baru nongol, langsung diserang tembakan dan panah api. Sha Jun Hui : Aku menikmati ketakutan di wajah mereka.Aswin : Kayaknya, pasukan lawan banyak yang masih ABG. Yin Sueh-yn : Betul, @Bang Aswin. Kebanyakan baru pada lulus high school. Wirya : @Yin Sueh-yn. Yang kuminta waktu itu, sudah ada? Yin Sueh-yn : Sudah, @Bang W. Tapi baru dapat 22 orang. Wirya : Nggak apa-apa. Tarik dan tempatkan mereka di mess PB.

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 94

    94Suasana di ruang tamu kantor polisi, terlihat ramai orang yang sebagian besar adalah keluarga dari anggota triad. Berbagai omelan terdengar dari seantero ruangan, sebelum satu per satu preman itu dibebaskan polisi, dengan uang jaminan dari keluarga masing-masing. Sebab mereka hanyalah preman level bawah, tidak ada tekanan dari tim pengacara pihak PBK, dan boleh dibebaskan. Namun, tidak dengan semua pemimpin dari lima kelompok triad kelas rendah itu.Seluruh kuasa hukum pihak gangster sudah berupaya sekuat tenaga. Mereka bahkan siap membayar uang jaminan miliaran guna membebaskan semua klien. Akan tetapi, usaha mereka gagal total. Selain karena kuasa hukum tim PBK lebih berkuasa, pihak berwajib pun sudah muak dengan berbagai keributan yang disebabkan kelompok triad. Hingga tidak ada celah sedikit pun yang bisa ditembus para pengacara kelompok gangster, guna membebaskan klien mereka.Sore itu, suasana kantor polisi yang sudah cukup tenang, kembali dihebohkan dengan kedatangan beber

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 93

    93Yao Scott memerhatikan para ajudan senior di sekelilingnya. Putra sulung keluarga Yao itu membatin, jika rekan-rekannya itu tidak ada yang tidak terluka. Semuanya menderita memar, bahkan ada yang luka cukup parah.Tatapan Yao Scott berhenti pada pasien di ranjang. Lelaki muda itu terlihat pucat kesi, seusai mengalami dua tusukan dalam di paha dan perutnya. Yao Scott membisikkan sesuatu pada Muyang, yang membalas dengan anggukan.Yao Scott mendekati sekelompok orang yang merupakan keluarga dan kerabat Herjuno. Yao Scott berdeham untuk menarik perhatian orang-orang tersebut, sebelum dia merunduk untuk memberi hormat, yang segera dicegah Mahesa."Aku memberi penghormatan pada kalian, sebagai ucapan terima kasih, sekaligus penyesalan terdalamku, hingga Herjuno terluka parah," tutur Yao Scott setelah menegakkan badannya."Tuan tidak perlu menghormat," sahut Mahesa dalam bahasa Inggris. "Adikku terluka, itu sudah takdirnya," lanjutnya. "Pakai bahasa Mandarin, Sa," goda Zulfi.Mahesa men

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 92

    92 "Mas, bisa tolong obatin?" tanya Aditya, seusai melepaskan jaketnya.Fachri menyambangi Ajudan Selembe dan memeriksa luka di sepanjang lengan kanan pria tersebut. "Duduk dulu, Om," ucapnya, sembari berdiri dan memberikan kursinya "Kena apa ini?" desaknya sambil mengamati luka itu."Pedang pendek Ruan Haakon," terang Aditya."Aku bersihkan dulu. Tahan, ya. Agak perih." Dokter muda itu meraih botol alkohol dan gumpalan kapas, serta kasa. "Zid, tolong ambilkan obat luka," pintanya, sebelum memulai tugasnya. Aditya meringis menahan perih saat lukanya dibersihkan. Dia mengaduh ketika Fachri menekan area paling dalam dengan kasa, supaya bagian itu bisa dibersihkan secara maksimal.Bayazid mendekat sambil membawa cairan obat tradisional Tiongkok. Setelah Fachri mundur, Bayazid mengoleskan obat itu ke tangan Aditya, dengan hati-hati. "Bang, Ruan Haakon, di mana?" tanya Mahesa, yang baru meletakkan Ruan Eadwald ke kasur tipis."Kukunci di container belakang," jelas Aditya dengan santai.

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 91

    91Suasana di sekitar area gudang Yao Company, di timur Kora Shanghai, dini hari itu sangat sunyi. Belasan petugas keamanan yang berjaga di sana, bergantian mengelilingi area sekitar dengan menggunakan motor listrik. Supaya bisa meminimalisir suara kendaraan saat bertugas.Detik bertukar menjadi menit. Ratusan pasang mata mengawasi layar besar di dalam gudang utama, yang menampilkan video dari empat penjuru area luar, sekaligus jalanan di sekitarnya. Tidak ada seorang pun yang urun suara. Mereka menghemat tenaga dan tetap diam, sambil sekali-sekali berbincang di grup pesan. Beberapa lampu kendaraan muncul dari sisi utara. Sebagian orang itu berdiri, lalu melemaskan tangan dan kaki. Sha Jun Hui memerintahkan anak buahnya untuk keluar dari pintu samping kiri. Sedangkan kelompok kedua pimpinan Yin Sueh-yn, keluar dari pintu kanan.Puluhan perempuan yang sejak tadi bersembunyi di sepanjang balkon lantai dua, mendengarkan arahan Zikria, melalui alat khusus di telinga masing-masing. Puspa

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 90

    90Asmiratih dan Ferlita, memandangi puluhan orang berjaket biru tua yang tengah bergerak memasuki kereta api cepat. Kedua perempuan tersebut berdoa setulus hati, agar rekan-rekan mereka bisa selamat dan sanggup menuntaskan tugas dengan baik.Ferlita mengajak Asmiratih kembali ke mobil. Langkah mereka diikuti kedua kru film yang merupakan sahabat Zhu Hadwin, yang bertugas menjaga keselamatan Asmiratih serta Ferlita. Kereta api beranjak meninggalkan stasiun Kota Nanxun sesuai jadwal. Satu gerbong yang diborong tim PBK, menjadikan penumpang lain bertanya-tanya tentang identitas mereka. Sepanjang perjalanan itu, Zikria tidur. Dia mencuri waktu istirahat, untuk merecharge tenaga. Guna bersiap-siap menghadapi pertempuran di titik tujuan.Setibanya di stasiun Shanghai, rombongan PBK dijemput Li Fengjun yang memang bertugas di sana. Koko tertua Li Mye Na tersebut mengajak mereka menaiki bus Hotel CJC, lalu dia menerangkan pada Zikria, tentang kesiapan anggota mereka di lokasi. Li Fengjun j

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 05

    05Jalinan waktu terus bergulir. Rombongan Indonesia telah pulang ke tanah air sejak kemarin sore. Zikria mengistirahatkan badannya terlebih dahulu. Lalu, malam itu dia mendatangi kediaman Shaka Padmana, dengan ditemani ajudannya, Zulfan Yasa Zahid.Setibanya di tempat tujuan, Zikria mulai gugup. T

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 04

    04 Sekelompok orang saling menatap, sesaat setelah mendengarkan penuturan Zikria dan Asmiratih. Paras keduanya tampak semringah dan mereka nyaris tidak berhenti tersenyum. Aditya mendekatkan badannya ke kiri. Dia berbisik-bisik dengan Wirya, kemudian Aditya juga membisikkan hal itu pada Alodita d

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 03

    03"Dek, jangan begini," pinta Zikria. Asmiratih tidak menyahut, melainkan berpindah ke depan dan kembali mendekap Zikria yang badannya makin tegang. Isakan Asmiratih menjadikan hati Zikria mencelos. Pria itu berdebat dalam hati, sebelum mengangkat kedua tangannya dan balas mendekap gadis yang mas

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 02

    02Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang merek

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status