Napas Terakhir untuk Sang Ratu
Pria itu berjalan tertatih-tatih, menyeret satu kakinya, dengan lubang besar di dada yang mengeluarkan asap dan cairan hitam.
Haneul berdiri, tangannya mulai membentuk bilah energi ungu. Ia tidak mengenali pria itu. Baginya, itu hanyalah sebuah energi kehidupan lain yang harus ia serap untuk meredakan rasa haus Kantara.
"Musnah..." desis Haneul.
"Haneul... ini aku," Hamin berhenti sepuluh langkah di depannya. Ia melepaskan topeng logamnya, menampakkan wajah yang pucat pasi dan mata yang mulai meredup.
인기 회차