Istri Lima Belas Ribu
“Aku tahu, kamu begitu frustrasi. Keluargamu menutupi keadaanmu dengan berpura-pura mengatakan kalau kamu sudah punya calon suami. Aku tidak percaya itu, Nia. Mana mungkin, pria berkelas seperti yang waktu itu kulihat, mau menikah dengan kamu yang beranak dua. Ya, kan? Dari situlah aku merasa bersalah, telah membuatmu berkhayal sejauh itu.”
Wah, parah! Laki-laki ini tidak tahu saja kalau Mas Irsya sudah jadi budak cintaku.
“Akhirnya, berhari-hari aku merenung, sampai berkonsultasi mengenai keadaan kamu dengan temanku yang seorang psikiater. Beliau mengatakan, kalau kamu menderita Skizofrenia. Kamu tidak bisa membedakan mana itu khayalan, mana itu kenyataan.”
Sikat na Kabanata