Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang
Kedua, karena aku sudah terlalu lelah untuk melawan.
Sebelum tindakan medis dimulai, ekspresi wajah Tomas mendadak melunak secara tidak biasa. Dia mendekat ke arahku dan berbisik dengan nada suara yang lembut, "Bersikaplah dengan baik untuk mendonorkan darahmu pada Lidia. Kata putus yang kuucapkan tadi cuma karena aku sedang emosi. Kita sudah saling mencintai selama sepuluh tahun, melewati banyak rintangan bersama. Walaupun sifatmu buruk, mana mungkin aku tega memutuskanmu begitu saja?"
"Asalkan kamu mau mendonorkan darah ini dengan patuh, lalu menghasilkan 2 triliun lagi untuk perusahaan setelah keluar dari sini, aku janji akan langsung menikahimu."